Kesempatan dan Setitik Harapan
by: Venty
Setitik harapan semu tlah hadir dalam relungan diri..
Sedikit tak dapat dihantam oleh pasir...
Tak dapat pula diterjang oleh dinginnya malam...
Deru Ombak pun tak patut untuk melenyapkannya dalam ruang hampa dunia..
Harapan semu itu hanyalah sebuah angan...
Angan yang tak pernah pudar oleh indahnya dunia fana..
Dunia fana yang membuat kita memiliki sesuatu..
yaitu mimpi..
Tapi percayalah, mimpi adalah harapan...
harapan merupakan tolak ukur keseriusan seseorang..
Dan kesempatan merupakan ujung tombak tercapainya...
mimpi itu...
» Read More...
Hanya Pasir dan Debu
oleh: Venty
Angin seakan menampar heningnya pasir
menjadi debu..
Babak baru dalam derunya angin
Andai kau tahu kawand..
Angin bukanlah pasir..
Dan juga bukan debu...
Tapi.. Angin adalah kehidupan
Kehidupan yang tampak fana
Terlihat pasir harapan yang selalu mengalir
Debu yang selalu menari dengan kesungguhan
menari dengan indahnya..
Hanya angin yang bertiup
kan mampu memberi lukisan indah dunia
menjadi sesuatu yang benar adanya..
» Read More...
Jujur Ku Takut...
oleh: Venty
entah perasaan apa ini...
perasaan yang membuat jiwaku bergelora..
perasaan yang membuat batinku merana...
perasaan yang bisa membuat bibir ku tersenyum...
dan terkadang terasa hati ku telah bertuan....
mungkin kau cintai ku..
mungkin kau jualah sayangi ku..
tapi ketahuilah kawand.. cintai dan sayangi tak cukup..
hanya kasih sayang yang tulus..
kasih sayang yang penuh perjuangan..
kan mampu menggoyahkan jiwa yang tlah lama rapuh ini...
jiwa yang tlah lama mati...
mati karna keegoisan hati..
aku tak mau kau mendaptkan hati yang beku ini...
beku sebeku padatan kristal yang menyelimuti dinginnya bebatuan..
hanya satu pintaku kawand...
banyak permata yang berkilauan diseberang sana...
tapi mungkin bukan diriku...
karna jujur ku takut untuk mencinta...
» Read More...
Lepaskan Saja Dirinya
oleh: Venty
Apa yang bisa dikata..
Jika mata tak lagi dapat melihat..
Jika hati tak mampu lagi merasa..
Dan ketika bibir pun tak sanggup lagi untuk mengucap..
Melihat, tingkah laku yang tak sepatutnya ia lakukan..
Merasakan pahit manisnya mencintai,
dia yang tak kunjung menghargai keberadaanku disampingnya..
Dan berkata, aku tak sanggup tuk terus melawan arus derasnya asmara..
Lepas..
Lepaskan saja dirinya..
Yang tlah bersanding dengan melati putih..
Dan itu bukan aku..
» Read More...